Penilaian Ekosistem Hutan: Valuasi Ekonomi Pengolahan Rotan Manau (Calamus Manan) di Hutan Lindung Bukit Barisan (Studi Kasus di Kelompok Tani Hutan Putra Andam Dewi, Nagari Sungai Nyalo, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan)

Review Penilaian Ekosistem Hutan                                                                        Medan,     Maret 2025  

PENILAIAN EKOSISTEM HUTAN

Dosen Penanggungjawab :

Prof. Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si

 

Oleh:

NABILA

247055005

 

 

 



 

 

 

 

PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2025


Judul Penelitian

Valuasi Ekonomi Pengolahan Rotan Manau (Calamus Manan) di Hutan Lindung Bukit Barisan (Studi Kasus di Kelompok Tani Hutan Putra Andam Dewi, Nagari Sungai Nyalo, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan).

 

Penulis
Melia Fitri, Yumarni, Noril Milantara.

 

Nama Jurnal atau Sumber Publikasi

Strofor Journal Vol. 6, No. 2, Tahun 2022, Halaman 111-124.

 

Permasalahan Penelitian

Rotan merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berperan penting bagi masyarakat sekitar hutan. Namun, belum banyak penelitian yang mengkaji valuasi ekonomi dari pengolahan rotan, khususnya di kawasan Hutan Lindung Bukit Barisan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kelayakan ekonomi usaha pengolahan rotan manau di Kelompok Tani Hutan (KTH) Putra Andam Dewi.

 

Tujuan Penelitian

Menentukan valuasi ekonomi dari pengolahan rotan manau di KTH Putra Andam Dewi, termasuk perhitungan biaya produksi, penerimaan, keuntungan, Revenue Cost Ratio (R/C), dan analisis Break Even Point (BEP).

 

Metode Penelitian yang Digunakan

Metode Pengumpulan Data: Observasi, wawancara, dan dokumentasi.

Teknik Pengambilan Sampel: Snowball Sampling.

Analisis Data:

Analisis Biaya dan Pendapatan (Total Cost, Revenue, Profit).

Revenue Cost Ratio (R/C) untuk mengetahui keuntungan usaha.

Pendekatan Break Even Point (BEP) untuk menentukan titik impas usaha.

Ringkasan Hasil Penelitian

1. Sumber Bahan Baku Rotan yang digunakan oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) Putra Andam Dewi berasal dari Hutan Lindung Bukit Barisan. Jenis utama yang diolah adalah Rotan Manau, karena memiliki elastisitas tinggi dan kualitas baik.

2. Rantai Pasar dan Proses Pengolahan

·       Pengambilan rotan dilakukan secara manual oleh masyarakat dan dijual ke pengumpul dengan harga Rp. 1.500 – Rp. 3.000 per batang.

·       Pengolahan di KTH meliputi penyortiran, penggorengan, pencucian, pengasapan, penjemuran, pelurusan, packing, dan pengiriman.

·       Rotan dipasarkan ke Cirebon, dengan satu truk mampu membawa 10.000–11.000 batang.

3. Analisis Ekonomi Usaha Pengolahan Rotan

·       Rata-rata pendapatan pekerja tetap dalam 1 kali produksi: Rp. 3.000.000

·       Total pendapatan tenaga kerja per tahun: Rp. 24.000.000

·       Biaya produksi per produksi: Rp. 53.645.000

·       Penerimaan total per produksi: Rp. 110.000.000

·       Keuntungan per produksi: Rp. 56.355.000

 4. Kelayakan Usaha

·       Revenue Cost Ratio (R/C) = 2,05, menandakan usaha ini menguntungkan (R/C > 1).

·       Break Even Point (BEP):  Produksi minimal untuk impas = 13.969 batang (produksi aktual = 20.000 batang).

·       Harga jual minimal agar tidak rugi = Rp. 2.682 per batang (harga aktual > BEP).

4. Keuntungan per tahun:

·       2019: Rp. 232.092.000

·       2020: Rp. 201.594.000 (penurunan akibat pandemi)

·       2021: Rp. 249.000.000 (pemulihan setelah pandemi)

 

Kesimpulan dan Saran Penelitian

Kesimpulan:

Usaha pengolahan rotan manau di KTH Putra Andam Dewi layak secara ekonomi dengan keuntungan signifikan.

Produksi rotan memberikan penghasilan tambahan bagi masyarakat sekitar.

Saran:

Perlu peningkatan kualitas rotan agar dapat masuk ke pasar internasional.

Perlu dukungan teknologi dan infrastruktur untuk meningkatkan efisiensi produksi.

Diperlukan kajian lebih lanjut terkait aspek lingkungan dan keberlanjutan usaha rotan.

 

Tinjauan Kritis

Kelebihan dari Jurnal ini

·       Penelitian ini memiliki relevansi tinggi dengan isu keberlanjutan HHBK dan ekonomi masyarakat sekitar hutan.

·       Metode penelitian yang digunakan cukup komprehensif, mencakup observasi, wawancara, dan analisis keuangan.

·       Data yang disajikan cukup lengkap dengan perhitungan ekonomi yang jelas.

Kekurangan dari Jurnal ini

·       Penelitian ini hanya berfokus pada aspek ekonomi tanpa mempertimbangkan aspek lingkungan secara mendalam.

·       Tidak ada analisis tentang tantangan atau hambatan yang dihadapi dalam produksi rotan, seperti regulasi atau keterbatasan pasar.

·       Kurangnya pembahasan terkait potensi ekspansi usaha ke pasar internasional.

Dilakukan Penelitian lanjutan sebaiknya mencakup analisis dampak lingkungan dari pengambilan dan pengolahan rotan. Perlu ditambahkan aspek sosial dan regulasi dalam kajian untuk melihat faktor yang dapat mempengaruhi keberlanjutan usaha ini.

Disarankan ada eksplorasi strategi pemasaran yang lebih luas, terutama untuk ekspor rotan berkualitas tinggi.

Lampiran

Tabel 1. Dokumentasi Proses Kegiatan Pengolahan Rotan Manau

No.

Dokumentasi

Proses Kegiatan

1.



Proses pengumpulan rotan, rotan yang telah dikumpulkan oleh pengumpul dari masyarakat, akan di kirim kepada KTH untuk diolah menjadi barang setengah jadi

2.



Proses penyortiran dilakukan untuk memisahkan rotan menurut jenis ukurannya S, M, L dan Double L serta memisahkan rotan yang memiliki cacat berlebihan

3.



Proses pencucian rotan dilakukan dengan menggunakan detergen cair. Tujuan pencucian ini yaitu untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada permukaan kulit rotan

4.



Rotan yang telah diasapi selanjutnya dijemur dibawah sinar matahari langsung, Posisi rotan ditegakkan bertujuan mempercepat proses pengurangan kadar air didalamnya.

5.



Rotan yang sudah kering selanjutnya dilakukan pelurusan guna memudahkan dalam packing serta mengurangi keretakan dalam batang rotan, selanjutnya packing untuk dikirim.

6.



Proses pengiriman rotan dilakukan menggunakan jalur darat menggunakan truk, rata–rata satu truk dapat memuat ± 10.000 – 11.000 batang rotan.

 


Comments